Baik pupuk urea dan NPK merupakan pupuk kimia. Berbeda dengan pupuk urea yang hanya mengandung nitrogen, pupuk NPK mengandung baik unsur nitrogen (N), fosfor (P) maupun kalium (K), masing-masing unsur mewakili namanya yaitu N, P dan K. Pupuk NPK merupakan salah satu pupuk majemuk yang paling banyak digunakan.
Berikut jenis pupuk organik dan kimia, beserta cara menyimpan yang tepat dilansir dari berbagai sumber.
- Pupuk Kimia.
- 2. ZA (Zwavelzure Amonium)
- 3. SP-36 (super phosphate)
- KCl (Kalium Klorida)
- NPK Phonska (Nitrogen Phospate Kalium)
- 6. Dolomite (Kapur Karbonat)
- 7. ZK (Zwavelzure Kali)
- Pupuk Organik.
Selain untuk daun, pupuk urea ini juga dapat berperan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman akan bisa cepat tinggi, jumlah anakan banyak, dan miliki cabang-cabang yang banyak. Pupuk ini juga dapat meningkatkan jumlah kandungan protein dalam tanaman.
Pupuk bersubsidi diperuntukkan untuk petani yang tergabung dalam kelompok tani dan telah terdaftar dalam sistem e-RDKK sedangkan pupuk non-subsidi untuk perusahaan atau pelaku usaha.
Urea juga di sebut dengan carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine. Manfaat utama dari urea adalah sebagai pupuk kimia yang memasok unsur Nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Urea mengandung 46% Nitrogen (N) Biuret 1% dan air 0,5% yang berarti setiap 100kg Urea terdapat 46Kg Nitrogen.
Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian organik adalah (1) berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup, seperti hewan atau tumbuhan, serta minyak bumi dan batu bara, (2) secara proses kimia berhubungan dengan organisme hidup.
Pupuk organik berasal langsung dari sumber tanaman atau hewan. Sedangkan pupuk anorganik memiliki beberapa proses pembuatan. Salah satu kelemahan pupuk anorganik yaitu kandungan nutrisi di dalamnya dapat hilang dengan cepat dari tanah, sehingga petani harus memberikan pupuk ini beberapa kali sepanjang musim tanam.
Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroba dan bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tanaman. Kebutuhan tanaman akan nutrisi hara dalam tanah itu spesifik. Kebutuhan utama nutrisi tanaman adalah nitrogen, fosfat, dan kalium yang mampu memacu pertumbuhan tanaman.
Dalam bidang pertanian, ada beberapa jenis pupuk organik yang umum digunakan berikut ini.
- Pupuk kandang. Pupuk kandang adalah salah satu jenis pupuk organik yang sering digunakan karena mudah didapatkan dan murah.
- Pupuk hijau.
- 3 Pupuk kompos.
- Pupuk hayati.
- Humus.
- 6. Pupuk Serasah.
- 7. Pupuk organik cair.
- Pupuk guano.
Bahan yang diperlukan untuk membuat pupuk organik:
- Kotoran ternak.
- Jerami yang dicacah terlebih dahulu kurang lebih 5-10 cm.
- Arang Sekam (secukupnya), Sekam yang sudah dibakar namun tidak samapi menjadi abu. lihat proses pembuatan arang sekam.
- Air (20 liter)
- EM4 (5 sendok makan)
- Gula pasir (5 sendok makan)
Pupuk mikrobiologis atau biofertilizer atau pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang ketika diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah, akan mendiami rizosfer atau bagian dalam dari tanaman dan mendorong pertumbuhan dengan meningkatkan pasokan nutrisi utama dari tanaman.